| |
Sidang Sinode Am XXII Gereja Toraja telah dibuka dengan menyebut Nama Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih! Melalui ibadah pembukaan yang dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli 2006, pk. 16.00-18.00, SSA XXII ini telah diletakkan pada keyakinan bahwa ini adalah persidangan dalam Nama Tuhan. Sidang ini adalah sidang yang dilaksanakan dalam keberserahan sepenuhnya kepada kuasa dan kasih Tuhan. Turut didoakan untuk diberkati Tuhan oleh mitra luar dan dalam negeri, antara lain World Alliance of Reform Churches, Gereja Protestan di Negeri Belanda, Dirjen Bimas Kristen, Gereja Toraja Mamasa, dll.
Penyertaan Tuhan atas persidangan Sidang Sinode Am XXII ini telah dialami oleh semua komponen yang terlibat secara aktif mempersiapkannya. Panitia Pelaksana, Panitia Pengarah, Tim Perencana Program Pengembangan Gereja Toraja ( BPS Gereja Toraja), dan jemaat-jemaat Gereja Toraja. Proses persiapan dan pelaksanaan SSA XXII ini disadari sebagai salah satu medan pemeliharaan dan penyertaan Allah atas Gereja Toraja. Gereja Toraja berjalan dalam iman akan penyertaan Allah. Penyertaan Allah atas Gereja Toraja, baru setiap hari. Benar, apa yang ditulis dalam Kitab Ratapan 3:22-26 “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! ‘TUHAN adalah bagianku,’ kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”
Pdt. Th. Kobong dalam khotbahnya pada ibadah pembukaan SSA XXII Gereja Toraja telah menekankan bagaimana pembaruan dilakukan setelah umat “mendengarkan Firman Tuhan”. Dengan mendengar Firman Tuhan, kita tidak mudah untuk ceroboh mengadakan pembaruan asal baru, pembaruan asal memuaskan selera. Pembaruan yang diperlukan adalah pembaruan berdasarkan Firman Tuhan. Bahan Penelaahan Alkitab pagi ini juga telah mengantar kita semua untuk bergerak membarui diri kita sendiri menuju pembaruan Gereja Toraja. Kita juga sudah menuliskan komitmen masing-masing dalam hal apa kita mau berubah dan membarui diri.
SSA XXII ini telah ditekadkan sebagai SSA pembaruan. Apakah perlu mencari siapa yang menekadkan? Tidak! SSA ini adalah kita semua. Semua yang hadir. Kita semua ingin dibarui oleh Tuhan. Dan, kita semua ingin membarui. Membarui diri dan membarui gereja-Nya. Jadi, mari, ingat, ADALAH BAIK MENANTI DENGAN DIAM PERTOLONGAN TUHAN dalam SSA XXII ini. YYP
|