HOME
ALKITAB
Gereja Toraja TODAY
FORUM P.A.
BERBUAH
SEKOLAH ALKITAB
INJIL dan MELAYU
God's Word in CHINA
DOWNLOAD Bible
PPGT
Download Info Gerejawi
NEXT Generation
Renungan Harian
Kumpulan TULISAN
Majalah SULO
MENU ARTIKEL
SSAXXII
3 - 8 July 2006
26 Keputusan SSAXXII
BLOG SSAXXII
FOTO2 SSAXXII
Download SSA22 Doc.
FORUM
BUKU TAMU
Kampoeng TORAJA
GEREJA TORAJA TODAY
PEKAN SPIRITUALITAS
Yahoo YM
e-mail me

JADILAH PELAYAN KRISTUS JADILAH PELAYAN KRISTUS

(Mat.20:20-28)

Matius 20:20-28

20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 20:21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 20:23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." 20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

1. memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Mungkin ada baiknya kita kembali kepada apa yang dikatakan teks: “Jadilah pelayan sama seperti Kristus” (Anak Manusia).

2. Sebelum dosa, kuasa adalah berkat – Kej.1:28 dalam rangka penugasan Allah kepada manusia untuk mengusahakan dan memelihara kehidupan (Kej.2:15).

Sesudah dosa, kuasa menjadi dominasi, penguasaan. Penguasa menjadi pengusaha dan sebaliknya. Sifat mau berkuasa (mendominasi) diperlihatkan oleh Yakobus dan Yohanes melalui permintaan ibu mereka. Kedekatan Yakobus dan Yohanes dengan Yesus dimanfaatkan ibu mereka untuk mendapatkan kedudukan yang berkuasa (kiri dan kanan). Itu termasuk kolusi dan nepotisme.

Itulah salah satu cara manusia membangun kekuasaan.

Yesus masih akan menghadapi penderitaan, bahkan salib dan kematian, tetapi ibu Yakobus dan Yohanes sudah melihat jauh ke depan, mempunyai visi (ayat 21). Itu bisa kita sebut visi kemenangan atas maut, visi yang berasal dari Dan.7:14 (bnd.Mat.28:18).

Alangkah hebatnya apabila Yakobus dan Yohanes kelak menduduki posisi yang berkuasa. Itu dari segi keluarga Zebedeus, ibu dan anak-anak. Kesepuluh murid yang lain sebenarnya sama saja, merekapun mempunyai kecenderungan yang sama. Oleh sebab itu mereka marah (24). Kemarahan itu adalah indikasi kecemburuan dan persaingan. Hanya ibu Yakobus dan Yohanes lebih berani dan lebih terang-terangan berjuang. Sifat manusia yang diperlihatkan Yakobus dan Yohanes melalui ibu mereka, tetapi juga melalui kemarahan dan persaingan kesepuluh murid yang lain, adalah sifat universal manusia sampai sekarang, termasuk manusia Indonesia dan celakanya lagi juga di tengah-tengah masyarakat gereja. Perhatikan sajalah masyarakat Indonesia dewasa ini yang mungkin lebih kejam dan sadis lagi dalam persaingan di segala bidang dari pada yang digambarkan Yesus dalam ayat 25. Demi kekuasaan nyawa menusia nyaris tidak berharga lagi. Segala macam cara dihalalkan untuk mencapai tujuan. Kekuasaan dipergunakan untuk menindas. Kekauasaan membuat orang lain tidak berdaya.

3. Tidaklah demikian di antara kamu! (26): “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Sama seperti Anak Manusia (bnd. Dan.7:14) datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”(28). Ucapan-ucapan Yesus ini adalah dalam rangka menghadapi penderitaan – salib – kematian, yang akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan mereka sedang dalam perjalanan menemui apa yang akan segera terjadi di Yerusalem. Yesus memanggil keduabelas murid-Nya tersendiri (20:17-19). Ibu Yakobus dan Yohanes memahami hal itu serta melihat jauh ke depan.

Penderitaan, kematian Yesus akan bermuara ke dalam kebangkitan, ke dalam kemenangan atas maut. Kekuasaan-Nya akan kekal selama-lamanya (Dan.7:14).

Ia membayangkan kekuasaan menurut nilai-nilai dan ukuran-ukuran dunia. Tetapi kata Yesus: “Tidaklah demikian di antara kamu”. Apa yang dimaksud Yesus tentu kita semua sudah paham. Namun apakah itu juga kita praktikkan, kita amalkan dalam kehidupan kita? Khususnya dalam kehidupan kita bergereja? Bukankah masih sering nilai-nilai yang ditolak Yesus kita lakukan di dalam kehidupan bergereja kita? Lihat saja kepada cara kita memilih pemimpin-pemimpin kita. Cara kita sering tidak berbeda dengan cara –cara dunia sekuler. Untuk memilih pengurus PGI atau Sinode, yayasan-yayasan, dsb. kita tidak bebas dari kampanye karena kepentingan-kepentingan. Tidak etis untuk menyebut institusi-institusi yang mempraktikkan hal-hal demikian, tetapi cukuplah kalau kita mau mengakuinya, bahwa kita tidak selalu mampu melakukan apa yang dikehendaki Yesus.

4. Apa yang dikehendaki Yesus? Apa yang dimaksudkan tema kita: jadilah pelayan seperti Kristus? Pembacaan kita sudah jelas menunjuk jalan itu bagi kita. Pertama ialah yang negatif. Janganlah berbuat seperti penguasa bangsa-bangsa. Jangan mau berkuasa untuk menindas demi mencapai tujuan. Kuasa yang dicontohkan dan diamalkan Yesus adalah kuasa berdasarkan kasih, kuasa yang membebaskan dan memerdekakan. Kuasa yang diamalkan itu justru melalui penderitaan dan kematian. Yesus merendahkan diri agar kita ditinggikan. Kuasa Yesus adalah kuasa yang memulihkan kuasa manusia sebagai gambar Allah. Kuasa Yesus adalah kuasa kasih yang dari Allah.

Oleh sebab itu marilah kita melayani seperti Kristus melayani. Kita hanya bisa menjadi pelayan seperti Kristus apabila kita sudah menjadi murid. Kalau kita murid Yesus, maka kita adalah juga pelayan Kristus, pelayan seperti Kristus.

Bagaimana kita menjadi murid? Jawabnya: dengan melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, kepada kita (Mat.28:20). Para murid belajar dari Yesus. Mereka sudah melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepada mereka. Pada gilirannya para murid sudah memuridkan serta murid dari murid memuridkan pula dan demikian setrusnya sampai kepada kita. Jadi kalau kita sudah menjadi murid, maka kita juga harus melayani seperti Kristus sudah melayani kita. Kristus sudah memberikan teladan kepada kita “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” dst. (Fil.2:6). Semuanya itu akan bermuara ke dalam Fil.4:8-9: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu”. Jangan hanya tinggal perkataan, tetapi jelmakanlah itu di dalam perbuatan, ortodoksi harus menjelma menjadi orto- praksis, “maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu”.

A m i n . Catatan:

Biasanya saya tidak tahu banyak dan juga tidak mau tahu tentang isu-isu yang berkembang menjelang Sinode Am, khususnya mengenai pemilihan para pemimpin gereja, d.h.i. BPS, terutama Ketuanya. Saya lebih prihatin tentang cara kita bersinode. Syukur BPS, TP3, Tim Pengarah serta Panitia Pelaksana sudah praktis tiga tahun bergumul mempersiapkan cara bersinode yang diharapkan akan lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Kegiatan penting teraklhir adalah “Workshop’ yang diadakan di TangmentoE, 21-23 Maret yang lalu. Workshop ini, sepanjang yang saya ketahui, telah menghsilkan a.l. sejumlah rantap dan rantus berdasarkan usul-usul dari jemaat, klasis dan wilayah, menurut alur tata gereja. Kemudian rantap dan rantus itu akan disosialisasikan akhir Mei y.a.d.. di lima tempat untuk keempat Sinode Wilayah. Kalau semuanya itu berjalan dengan baik, maka itu berarti suatu pembaruan yang luar biasa. Namun itu baru teknis pelaksanaan sinode. Walaupun rantap dan rantus itu sudah menyangkut materi yang diangkat dari jemaat, klasis dan wilayah, namun keputusan final baru akan diambil di sidang pleno SSAXXII.

Pembaruan yang hakiki barulah akan terjadi di sana. Oleh sebab itu dalam doa pribadi, mapun doa keluarga, di samping doa untuk BPS, TP3, Tim Pengarah dan Panitia Pelaksana, yang paling utama ialah doa bagi para utusan dan utusan cadangan agar mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, mencoba mendengarkan suara Tuhan tentang apa yang mereka akan putuskan nanti di persidangan SSAXXII. Sosialisasi rantap dan rantus termasuk kegiatan menyeluruh terakhir, tetapi itu jugalah yang terpenting agar para utusan dan utusan cadangan sungguh-sungguh mempelajarinya dengan tekun untuk mengambil keputusan di SSAXXII nanti. Dengan demikian kita harapkan akan ada pembaruan.

Namun pembaruan yang hakiki adalah pembaruan pribadi yang merupakan dasar pembaruan bersama dalam persekutuan yang namanya gereja. Tuhan. Gereja harus senantiasa memberi dirinya dibarui oleh Roh Kudus. Itu sama dengan pertobatan.

Baru beberapa hari yang lalu saya ditanya orang tentang susunan kabinet. Saya balik bertanya, kabinet apa? Sesudah dijelaskan barulah saya mengerti. Rupanya sudah tersusun kabinet untuk tahun 2006-2011. Saya tidak ingin mengembangkan percakapan. Mudah-mudahan itu hanya isu. Tetapi justru isu bisa sangat merusak, oleh sebab itu apakah hal itu tidak bisa dihentikan? Apakah kita mau mendengarkan imbauan Pak Para’pak tentang pemimpin yang kita dambakan? (lihat Sulo).

Dalam rangka itu pulalah saya ingin menruskan kepada Saudara-Saudara khotbah saya di atas. Semoga bermanfaat dan kita bisa digugah oleh apa yang dikatakan Tuhan Yesus.

Plaza Aminta Lt. 10 18.04.06

Th. Kobong


[ First ] [ Prev ] [ Next ] [ Last ]



|HOME| |ALKITAB| |Gereja Toraja TODAY| |FORUM P.A.| |BERBUAH| |SEKOLAH ALKITAB| |INJIL dan MELAYU| |God's Word in CHINA| |DOWNLOAD Bible | |PPGT| |Download Info Gerejawi| |NEXT Generation| |Renungan Harian| |Kumpulan TULISAN| |Majalah SULO| |MENU ARTIKEL | |SSAXXII| |3 - 8 July 2006| |26 Keputusan SSAXXII| |BLOG SSAXXII| |FOTO2 SSAXXII| |Download SSA22 Doc.| |FORUM| |BUKU TAMU | |Kampoeng TORAJA| |GEREJA TORAJA TODAY| |PEKAN SPIRITUALITAS | |Yahoo YM|